#Scene #Zan25 #Jakarta #StreetArt
*gambar seutuhnya cari sendiri, daerah cilandak.

#Scene #Zan25 #Jakarta #StreetArt

*gambar seutuhnya cari sendiri, daerah cilandak.

Ruang Tamumu

Satu sofa panjang berwarna cokelat
Satu meja kecil berwarna senada
Kita pernah menghabiskan waktu di sana
Meminum secangkir teh hangat
Mencuri-curi satu ciuman singkat

Aku ingin menjadi ruangan itu
Di mana kamu bisa nyaman berdua denganku
Bisa tak merasakan jalannya waktu
Bisa berciuman dengan debar yang tak karuan

Pagi Ini Mendung Sekali

Seolah ada yang membuat langit murung

Tak seceria pagi kita yang biasa

Tak ada kicau burung yang iringi kita berciuman

Tak ada embun yang iri kita masih berpelukan

Tak ada mentari yang malu-malu mengintip kita

Karena tak ada lagi kita Hanya aku dan kesepian

di atas ranjang Berselimut kenangan tentang kamu dan aku

Pagi ini mendung sekali

Kepada hati. Bukannya aku tidak memperdulikanmu. Aku hanya masih mencari seseorang yang tepat
L.A.Z
Pada Mulanya

pada mulanya kitalah ragu
yang berjingkat dari detik di busur waktu

pada awalnya kitalah debar
setia mengintip dari bilik sunyi yang tak cukup lebar

pada awalnya kitalah sepi yang menari
gelisah yang dada himpunkan sendiri

pada masanya kitalah debu
yang membentuk daratan di bentangan jazirah abu

pada akhirnya akulah ujung
apa yang Tuhan tempatkan di hati yang selalu limbung

pada akhirnya
pada akarnya

Tentang Rindu, Barangkali Kau Lebih Tahu

aku bertanya-tanya pada diri sendiri
apakah aku cukup memahami siapa rindu?
bahkan, yang selama ini singgah di dadaku
bukankah kewajibanku untuk mencari tahu?

yang kutahu
ia adalah asing diantara segala yang terasing
ia adalah bisu diantara sekumpulan yang membisu
ia adalah debur dari semua yang menghambur

yang kutahu
rindu sengaja memilih jalan terjauh ketika mengantarmu pulang
rindu sengaja mencium keningmu lebih lama sebelum berpamitan
rindu sengaja memeluk tubuhmu lebih erat sebelum dipisahkan malam

rindu
entah seberapa kuat ia menghadapi dirinya
entah seberapa besar ia meredam ketakutannya

yang kutahu
akan ada masa dimana ruhnya memudar
seiring hangat perhatianmu yang mulai samar
aku benci membayangkannya


Inspiration….
The Smiths were an English alternative rock band, formed in Manchester in 1982. Based on the song writing partnership of Morrissey (vocals) and Johnny Marr (guitar), the band also included Andy Rourke (bass) and Mike Joyce (drums). Critics have called them the most important alternative rock band to emerge from the British independent music scene of the 1980s.[1] The group was signed to the independent record label Rough Trade Records, on which they released four studio albums, several compilations, and numerous non-LP singles. Although they had limited commercial success outside the UK while they were still together, and never released a single that charted higher than number 10 in their home country, The Smiths won a significant following, and remain cult and commercial favourites. The band broke up in 1987 and have turned down several offers to reunite since then.

Inspiration….

The Smiths were an English alternative rock band, formed in Manchester in 1982. Based on the song writing partnership of Morrissey (vocals) and Johnny Marr (guitar), the band also included Andy Rourke (bass) and Mike Joyce (drums). Critics have called them the most important alternative rock band to emerge from the British independent music scene of the 1980s.[1] The group was signed to the independent record label Rough Trade Records, on which they released four studio albums, several compilations, and numerous non-LP singles. Although they had limited commercial success outside the UK while they were still together, and never released a single that charted higher than number 10 in their home country, The Smiths won a significant following, and remain cult and commercial favourites. The band broke up in 1987 and have turned down several offers to reunite since then.

mendengar sepi, melihat kegelapan, berbicara pada benda mati. tidak lebih hancur dibandingkan menadah air mata pada sesuatu yang telah kosong.
L.A.Z
apa harus merangkul diri? menutup luka? aku sendiripun pilu melihatnya. telah tercabik kata-kata indah yang lalu hangus karena didustai.
L.A.Z
teruntuk hatiku. aku bukan lupa, tapi tolong beri aku waktu,. tunggu bulan yang berputar dan berhenti dengan indahnya dimana aku bisa melihatnya dengan dia.
L.A.Z